Daftarkan Nomor IMEI Ponsel Anda! Atau Tak Dapat
Sinyal dari Operator

KEBIJAKAN BARU
 
Harusnya dipermudah hp selundupan agar tidak sulit dengan kebijakan baru.

Bagaimana nasib WNA yang sedang liburan ke Indonesia, tidak dapat menggunakan HH nya di Indonesia ? WNA yang liburan mungkin “hanya orang kecil”

Bagaimana nasib para pejabat atau Presiden negara lain buat komunikasi di Indonesia ya ?

Atau contoh lain WNI, WNI yang sedang kuliah atau kerja di luar Indonesia. karena sudah lama di luar negeri, mereka beli HP di luar.
Lalu saat pulang kampung ke Indonesia, haruskah beli hp baru?

Masih banyak orang yang tidak suka pakai 2 HP, misal dan beli S4 / One / iPhone 5 / Z10 dari LUAR Indonesia.
terus sampai Indonesia disuruh beli HP yang sama agar bisa dipake? GILA? yang beliin siapa? atau beli hp 500 ribuan hanya buat telp, Internet dan kenyaman fitur HP high end yang lain bagaimana ?

KEBIJAKAN BARU

http://finance.detik.com/read/2013/06/28/140616/2287090/1036/daftarkan-nomor-imei-ponsel-anda-atau-tak-dapat-sinyal-dari-operator?

Daftarkan Nomor IMEI Ponsel Anda! Atau Tak Dapat Sinyal dari Operator

*Jakarta* – Kepada para pengguna produk handphone (ponsel/HP) ilegal harus
bersiap-siap gigit jari. Pemerintah menyiapkan kebijakan baru terkait upaya
memusnahkan ponsel ilegal di Indonesia.

Strateginya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menggandeng
Kementerian Komunikasi dan Informasi serta para operator untuk membasmi
ponsel ilegal. Ponsel ilegal merupakan produk yang masuk Indonesia secara
tak resmi termasuk diselundupkan dan tak memenuhi kaidah-kaidah tata niaga
seperti tak mencantumkan buku manual berbahasa Indonesia.

“Kita hari rabu nanti akan ada pertemuan dengan CEO para operator untuk
membicarakan kebijakan yang akan mengimplementasikan bagaimana caranya
menghidupkan IMEI dan operator. Kita juga akan membicarakan
langkah-langkahnya kapan bisa kita lakukan dan kita implementasikan yang
punya HP yang beredar yang IMEI tidak ada tidak bisa digunakan,” jelas
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi saat
ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta (28/6/2013).

IMEI singkatan dari International Mobile Equipment Identity yang terdiri
dari 15 kode digit. IMEI digunakan sebagai nomor identifikasi ponsel. Di
dalamnya terdapat informasi mengenai kode negara, kode assembling, kode
manufaktur, dan serial number.

Selain dapat diidentifikasi di bagian belakang ponsel, nomor EMEI bisa
diketahui dengan menekan kode *#06#. Jika nomor IMEI yang yang didapat
berbeda dengan yang terdapat di Equipment Identity Register (EIR) bisa
dipastikan ponsel Anda ‘asli tapi palsu’ atau telah mengaalami modifikasi
IMEI. Hal ini termasuk ilegal dan dapat dikenai tindakan hukum

IMEI juga dapat menjadi panduan terutama jika membeli ponsel bekas pakai.
Dengan IMEI, konsumen bisa mengetahui ‘status’ ponsel, dimana dibuat, serta
tahun produksinya.

Bachrul memberikan gambaran soal rencana kebijakan baru ini, nantinya akan
ada menu yang dikirim via operator masing-masing pengguna yang akan
mengaktifkan ponsel baru maupun yang sudah aktif digunakan konsumen.

Menu ini berisikan perintah pengguna agar memasukan nomor. IMEI yang
tertera di dalam rangka ponsel seluler. Jika pengguna tidak mengisi menu
IMEI maka dipastikan ponsel seluler itu tidak bisa digunakan.

“Kalau nomor IMEI ini tidak terdaftar nggak bisa hidup. IMEI itu kayak
nomor rangka. Kalau tidak diisi nggak bisa hidup sinyalnya mati, koneksi
sudah ada sistem. Sistemnya nanti operator yang menyediakan,” jelasnya.

Mekanisme ini sebelumnya pernah disampaikan oleh Menteri Perdagangan Gita
Wirjawan. Realisasi dari usulan ini sangat tergantung dengan kepatuhan dari
para operator seluler untuk menjalankannya.

Copas dari I Gede Agus Wibawa