Cara awasi anak main Game online

Banyak orang tua berpikir bahwa games komputer merupakan bentuk hiburan belaka. Padahal sebenarnya banyak hal yang dapat dipelajari dari games. Selain melatih kecepatan berpikir, games juga berguna membiasakan anak mencari solusi suatu masalah. Selain itu, games mampu mengembangkan daya fantasi anak. Pada games online, anak juga dapat belajar bersosialisasi.

Tapi jangan salah, di balik semua kebaikan itu, ada juga efek negatifnya. Yaitu jika anak sudah sangat kecanduan pada games. Saat ini sebanyak 97% remaja (usia 12-17 tahun) yang online adalah juga gamer, dan 27% dari mereka adalah pemain games online. Artinya, anak remaja akan lebih sering berinteraksi dengan orang tak dikenal di dunia maya. Dengan games, orang tak dikenal itu bisa dengan mudah memeprdaya anak untuk mengikuti keinginannya.  Hal negatif dapat terjadi di sini, mulai dari penipuan, pelecehan seksual, sampai ajakan untuk bertemu langsung.

Wah, bagaimana sebaiknya orang tua bersikap agar hal-hal negatif itu tidak terjadi pada anak?

Sudah jelas bahwa orang tua tidak bisa melepas anak begitu saja untuk bebas asyik dalam games online mereka. Orang tua sebaiknya berusaha mengikuti tren, games apa yang kini tengah disukai anak-anak, seperti apa kontennya, dan sebagainya.

Setelah itu, coba ikuti beberapa langkah ini:

★—-► Cari tahu fitur keamanan apa yang bisa melindungi anak Anda saat ia bermain games online.

★—-► Letakkan komputer atau alat games tersebut di tempat yang terbuka, bukan di kamar anak. Sehingga kita bisa memantaunya.

★—-► Katakan pada anak untuk tidak memberi informasi personal ketika bertemu dengan orang tak dikenal di arena games online.

★—-► Ajarkan pada anak untuk bersikap baik pada teman games online-nya,  seperti jangan melakukan penghinaan atau tindakan menyerang dengan kata-kata kasar. Sebaliknya, ajarkan juga bagaimana merespon teman main yang melakukan hal itu pada anak Anda.

★—-► Beri aturan, berapa lama dia boleh main games online, dan apa jenis games-nya.

★—-► Periksa dulu sebelum anak Anda melakukan transaksi membeli fitur games dengan menggunakan kartu kredit online.

★—-► Periksa jenis games apa yang dimainkan anak, dan cari tahu kepada siapa melapor apabila terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Sumber :Net Sehat